BERITA

  • Jatuhnya Pesawat Lion Air, Languange Day on November

    Jatuhnya Pesawat Lion Air, Languange Day on November

    Genggong– Languange Day on November yang dilaksanakan pada Selasa (06/11/ 2018) oleh Osis Madrasah Aliyah Model Zainul Hasan Genggong (Osmam) departemen Basic, bertempat di aula Ma Model bisa dinyatakan sukses.

    Pasalnya acara ini terlihat berbeda dengan Language Day sebelumnya. Language Day pada selasa bulan November ini membuat Siswa dan Siswi Madrasah Aliyah Model begitu antusias karena hal yang ditampilkan kini lebih menarik untuk dilihat.

    Language Day on November merupakan acara yang diselenggarakan oleh Osmam sebagai agenda bulanan. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab dan inggris melalui berbagai macam lomba, dengan kategori "English Speech dan Qiro'atul Akhbar.

    Terlebih lagi, kehadiran kepala sekolah tercinta Ahmad Muzammil, M.Pd.I yang turut menyaksikan acara Language Day kali ini semakin membuat Siswa dan Siswi Madrasah Aliyah Model sangat antusias.

    Muzammil menguraikan, pentingnya mempelajari Bahasa Asing yang merupakan bekal disaat kita semua akan melangkah dalam kehidupan globalisasi. Setiap orang wajib bergelut dalam dunia globalisasi jika ingin berkembang dan tidak berjalan di tempat, Manfaat mempelajari Bahasa Asing sendiri tidak terlalu jauh dengan tujuannya, hanya saja sebagai manfaat tentunya hal ini diartikan lebih spesifik. Dengan menguasai Bahasa Asing seseorang dapat berkomunikasi lebih jauh, sehingga wawasannya dalam teknologi informasi sendiri akan lebih terbuka dan pastinya memiliki modal besar untuk melangkah dalam dunia yang kemajuan teknologinya selalu bergerak maju."ungkapnya"

    Tutur Vina Fauziah kelas XI IPS, membacakan berita tentang jatuhnya pesawat Lion Air dengan menggunakan bahasa arab.

    Ia ingat betul detik-detik sebelum dirinya dipanggil sesuai nomer urut lomba baca berita berbahasa arab tersebut.  Waktu terasa begitu cepat. Ia dibuat gelisah lantaran peserta dari kelas lain sangat Bagus penampilannga. Lomba yang digelar sekitar pukul 07.30. Sementara ia masih siap-siap berada di dalam ruangan yang telah disediakan panitia. Itu menjadi kendala baginya untuk tampil sempurna.

    Saat tiba gilirannya, “Saya benar-benar panik karena waktu itu saya datang terlambat sekitar dua menit saat dipanggil,” kisah Vina -sapaan akrabnya-. Vina mengaku makin inferior, melihat penampilan para kompetitornya. Meski begitu, Vina berusaha untuk tetap tenang untuk menyelesaikan setiap baris berita. “Dalam hati saya, sempat ada rasa down melihat peserta lain. Mereka bagus-bagus,” sambungnya.

    Perasaan tak jauh berbeda diungkapkan oleh Masna dab Roaidah kelas XI IPA yang mengulas tentang Gempa di Palu  dengan bahasa arab sabagai bahan beritanya. Ia sempat merasa grogi melihat penampilan peserta lainnya. Menurut Masna, baca berita menggunakan bahasa Arab itu bukan hal yang mudah, perlu latihan dan pengulangan yang rajin untuk melancarkannya, penampilan masing-masing tim yang bagus itulah, yang sempat membuatnya merasa gugup,"ungkapnya".

    Melalui language day pertunjukan drama menggunakan bahasa Arab, English speech,  Qiro'atul Akhbar,  yang ditampilkan oleh siswa Ma Model diharapkan menjadi suatu metode yang efektif untuk mempelajari Bahasa inggris dan bahasa Arab serta bisa menjiwai setiap percakapan menggunakan bahasa Arab dan bahasa inggris

    "Kita melatih unsur drama seperti vokal blocking, gesture tubuh agar mereka dapat menjiwai apa yang diucapkan dalam bahasa Asing," jelas Fathur Roziqin Sebagai pembina OSMAM.

    Rizqi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa drama dapat memberikan pengalaman kepada siswa, bahwa apa yang disampaikan menggunakan bahasa Asing harus sesuai dengan yang diekspresikan.

    "Semoga kegiatan ini bisa memberikan banyak manfaat bagi siswa MA. MODEL tercinta ini. "Pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks