BERITA

  • Memuncaki Purna Sekolah, MA Model – SMA Unggulan Gelar Tasyakuran Akhirussanah

    Memuncaki Purna Sekolah, MA Model – SMA Unggulan Gelar Tasyakuran Akhirussanah

    KEBANGGAAN : Pengalungan Toga kepada santri MA Model Zainul Hasan Genggong oleh Kepala Madrasah Ning Hj. Hasanatud Daroini, S.Pd.I


    GENGGONG – Model News - Pondok Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo menggelar tasyakuran akhirussanah pendidikan Menengah atas tahun ajaran 2017-2018. Acara ini di ikuti oleh santri kelas XII, baik dari MA Model maupun SMA Unggulan Hafsha BPPT Genggong, Minggu (13/05/21018).  Jumlah keseluruhan peserta akhirussanah tahun ini mencapai 199 siswa, dan seluruhnya lulus 100 persen.

    Pada pelaksanaan akhirussanah yang di laksanakan di GOR Damanhuri Romli Pesantren Zainul Hasan Genggong tahun ini, di berikan Penghargaan kepada wisudawan/wisudawati terbaik, dengan kreteria antara lain penghafal alquran terbanyak, yaitu 16 juz, peraih nilai UN tertinggi dan penghafal hadist terbanyak. Dan peraih ketiga kreteria tersebut yaitu penghafal alQuran sebanyak 16 jus di berikan kepada Adam Wildan, Perain nilai UN tertinggi di raih oleh Rifqah Toyibah, dan penghafal Hadis terbanyak jatuh kapada Irsyad Arifin.

    Kegiatan akhirussanah kali ini, dihadiri langsung oleh pimpinan kedua lembaga, di antaranya Kepala MA Model Zainul Hasan Genggong, Ning.Hj.Hasanatud Daraini, S.Pd.I, Kepala SMA Unggulan Hafshawaty, Moh Inzah, M.Pd.I, Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, DR. Abdul Azis Wahab, M.Ag, serta segenap wali santri dan para undangan.

    Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, DR. Abdul Azis Wahab, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap dewan guru, terutama kepada Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM. dan segenap Shohibul bait Pesantren atas bimbingan serta pendidikannya selama ini dan rasa syukur yang amat besar.

    “Tasyakuran ini untuk menanamkan kepada anak-anak kita, kepada wali santri dan kepada seluruh haddam-haddam (ashabul bait) yang ngeladeni putra-putri bapak ibu untuk pandai bersyukur. Saya peribadi atas nama Biro Pendidikan, pertama bersyukur kepada semua guru, kepala-kepala sekolah atau madrasah yang sudah berupaya menyerahkan pikiran bahkan juga dana pada pesantren ini.”  ungkap Dr. Abdul Aziz Wahab, M.A.g, sekaligus mewakili Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H,. M.M., yang sedang menghadiri acara penting di kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya.

    Pak Azis, begitu sapaan beliau, menilai, lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Zainul Hasan Genggong mendapat kepercayaan dari masyarakat, ini terlihat dari bertambahnya santri dari tahun ke tahun, bahkan sampai kekurangan ruang kelas.

    “Tiap tahun jumlah santri terus bertambah, sampai kekurangan ruang kelas, tapi sudah teratasi,” tandasnya. Kepercayaan masyarakat ini bukan tanpa alasan, karena Pesantren ini tak jarang menorehkan lulusan-lulusan yang handal, diterima di PTS dan PTN-PTN ternama Nasional bahkan tingkat internasional.

    “Seperti di tahun ini MA. Model Zainul Hasan Genggong sukses meloloskan Abdul wadud maulana, mohammad nadif, Rizki roby saputro, maulana rizky Fauzi, Sony Firman ali, Fauzan Rizki, Bayu Abdillah, Muh. Galuh Masaid. Moh Arif Hidayat, Virda Izza Permata Sari, Intishar Kohardian Lazuar Dini, Aliya Rovinta, Nur Halimah dan Churil Amalia, sukses diterima kuliah di 5 Universitas Negeri China. Antara lain (1) Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational Collage, (2) Hubei Polytechnic, (3) Yangzhou Polytechnic, (4) Jiangsu Maritime Institute, (5) Yancheng Polytechnic Institute." ungkap Rektor INZAH Zainul Hasan Kraksaan tersebut.

    Pak Aziz sedikit menceritakan tentang adanya pujian kepada MA. Model Zainul Hasan Genggong yang datangnya dari Pak Andi dan 12 team Kepresidenan serta Menteri perdagangan yang terkagum-kagum melihat benner prestasi MA. Model Zainul Hasan Genggong yang di diterima di Universitas China terpampang lebar di depan pintu gerbang Pondok Hafshawaty.

    Dalam percakapannya Pak Andi memulai dengan bertanya kepada Pak Azis "Berapa SPP di sini pak Aziz"..? Tanya pak Andi. "250-400...pak Andi..!. Jawab pak Aziz". "Masak Pak Aziz..? terlihat tidak percaya sambil geleng-geleng kepala bertanda kagum “kalau di Jakarta sekolah seperti ini bisa 4 juta pak Aziz...! Seloroh pak Andi dalam kunjungannya ke Pesantren Zainul Hasan Genggong pekan lalu.

    Sebelum memungkasi sambutannya, Tak lupa Pak Aziz menyampaikan pesan Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah, S.H,. M.M,. "Silahkan belajar ke timur tengah bawa ilmu timur tengah perdalam ilmu agama tapi jangan bawa budaya Timur tengah yang bertentangan dengan budaya indonesia. Silahkan belajar ke Jepang pelajari ilmu komputer perdalam ilmu teknologi tapi jangan bawa budaya Jepang yang bertentangan dengan aqidah islam nusantara” pungkasnya.

    Selanjutnya, puncak dari acara ini yaitu  pembacaan doa yang di bacakan oleh Dr. KH. Mahfud Faqih Zawawi. (*)

    Penulis :Ainur Rofiq

    Editor. :Ahsan Shaleh

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks