BERITA

  • Ciptakan Buku Pedoman Pembelajar, MA Model Hafshawaty Zainul Hasan Genggong melaksanakan Workshop UKBM.

    Ciptakan Buku Pedoman Pembelajar, MA Model Hafshawaty Zainul Hasan Genggong melaksanakan Workshop UKBM.

    Genggong - Langkah konkrit untuk mengembangkan mutu pendidik dalam melaksanakan kegiatan belejar mengajar di lingkungan MA Model Hafshawaty Zainul Hasan Genggong, kemarin, minggu (05/11/2017) madrasah di bawah koordinasi Wakil Kepala Madrasah bagian Kurikulum mengadakan Workshop Pengembangan Materi Pembelajaran berbasis SKS (Satuan Kredit Semester).

    Bertempat di ruang guru lantai 1 gedung Hj. Didi Diyah, Kegiatan ini di ikuti oleh semua dewan guru MA Model Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dan komandoi langsung oleh Ustad Agus Supriyanto, M.Pd.I selaku Waka Kurikulum.

    Dalam sambutannya, ustad Agus mengajak dewan guru untuk menciptakan buku pedoman pembelajaran siswa secara mandiri, hal ini di harapkan agar target kurikulum yang telah di canangkan sebagai model pembelajaran di MA Model Hafshawaty Zainul Hasan Genggong bisa terlaksana secara optimal.

    “Instrumen pengembangan materi pembelajaran berbasis SKS ini yaitu UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri). Harapannya, dengan menyusun buku pedoman pembelajaran secara mandiri, dewan guru disini mampu mencapai target kurikulum yang telah di harapkan” ucapnya.

    Penyusunan UKBM ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam menyelesaikan kredit semester sesuai dengan kemapuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Karena dalam UKBM, dewan guru wajib membuat acuan materi dengan indikasi berjenjang.

    “dengan UKBM ini nantinya kita akan tahu level kesulitan materi yang kita berikan kepada siswa kita, apakah materi uji kita di level LOTS ( Low Order thinking Skills), MOTS ( Midle Order thinking Skills) atau HOTS ( High Order thinking Skills)” sambung ustad asli Ponorogo ini.

    Workshop ini akan di laksanakan sebanyak enam kali, sesuai semester madrasah. Dengan harapan, guru bisa menyusun enam seri UKBM sesuai dengan pemetaan KD. Sehingga siswa bebas menentukan berapa seri UKBM yang akan di ambil untuk mempercepat atau memperlambat belajar sesuai dengan kemampuan masing masing.

    Dalam kesempatan ini, Ustad Abdullah, salah satu dewan guru MA Model Hafshawaty Zainul Hasan Genggong, mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, selain mendapatkan pengetahuan baru dalam hal pengembangan kurikulum pembelajaran, dewan guru di ajak untuk lebih kreatif dalam mengatur porsi pembelajaran sesuai dengan level yang di harapkan.

    “ini (Workshop UKBM) membuat kita bisa membahasakan kemampuan siswa dalam belajar sesuai level kemempuannya yang kita ketahui. Juga, guru di ajak untuk menciptakan buku UKBM sebenyak enam seri, sesuai semester yang dijalani” ungkapnya saat di wawancarai tim Web Madrasah. (tam)

    Editor : Tim  Web Madrasah.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks