MENU

Pengasuh Pesantren Genggong Ajak Santri Doakan KPK

Pengasuh Pesantren Genggong  Ajak  Santri  Doakan  KPK

GENGGONG- “Ahlan wa sahlan, selamat datang atas kehadiran Bapak”. Ucapan tersebut di sampaikan oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, saat menerima kunjungan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Pondok Pesanten Zainul Hasan Genggong, sabtu (9/9/2017) siang. Ketua KPK beserta rombongan tiba di halaman Pesantren sekitar jam 13.20 WIB, mengenakan kopyah hitam, baju batik hijau dan bawahan gelap, Agus tampak begitu sumringah saat berjabat tangan dengan Shohbul Bait yang menerima kehadirannya. Rombongan diterima oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah dan Non dr. Moh. Haris di kediaman pengasuh dengan sambutan dan jamuan khas Pesantren Genggong. Saat ramah tamah yang di ikuti juga oleh beberapa pengurus teras pesantren dan dewan guru itu, tak henti hentinya agus melepaskan sunyum, kondisi berbeda saat melihat Pimpinan KPK berkacamata itu di layar kaca.

Dalam sambutannya Kyai Mutawakkil mengajak santri mendoakan KPK dan Pak Agus agar diberi pertolongan dan perlindungan oleh Allah SWT, agar bisa mengatasi semua persoalan, semua kendala dan semua rintangan yang dihadapi. “semoga panjang umur, sehat al afiat” doa Beliau. Kyai mutawakkil menggambarkan, apa yang terjadi di Negara kita ini, ketidak-adilan sangat merata dimana-mana, penegakan hukum sangat lemah, lebih khusus KPK ini yng menjadi sasaran. Makanya, lanjut Beliau, banyak yang blungsutan dan  sakit hati, padahal bukan masalah sakit hati tapi memang mereka dholim. “Orang dholim harus diberi hukuman yang setimpal dengan kedholimannya”. Imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, ketua KPK Agus Rahardjo juga kesampaian menyampai “uneg-uneg”nya. Dalam sambutannya,  kehadiran orang nomer satu di lembaga anti rasuah Republik Indonesai  ke Pesantren Zainul Hasan Genggong ini atas dasar keinginan hatinya yang paling dalam. Harapannya, agar lembaga yang di pimpinnya ada partisipasi dari banyak orang. Banyak pihak untuk kemudian secara bersama sama bergerak, beraksi untuk kemudian, kalau bisa di cegah, kalau tidak bisa di laporkan. “melaporkan perkara korupsi di Indonesai ini bisa dapat hadiah, apalagi yang dilaporkan kasusnya besar” pintanya.

Lebih lanjut, Agus mengungkapakan tentang kewenangan KPK. Menurutnya, Undang-undang anti korupsi  di Indonesai cukup kuno, di bandingkan dengan aturan internasional. Karena hanya menuntut penyelenggara negara. Dia mencontohkan, tentangga kita Singapura, sudah menerapkan undang-undang korupsi mulai tahun1952. “disana menyuap sesama swastanya bisa di tangkap”. Jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir Gus dr. Moh. Haris Damanhuri Kepala Biro Kepesantrenan, Dr. Abdul Azis, M.Ag, Kepala Biro Pendidikan dan H.A. Djazim Ma’sum,SH. MH. Kepala Biro Keuangan Pesantren. (tm-qin) 

KOMENTAR