BERITA

  • Pembentukan Karakter Santri Berwawasan Kebangsaan Melalui OSCAR

    Pembentukan Karakter Santri Berwawasan Kebangsaan Melalui OSCAR

              GENGGONG-Minggu ceria santri baru MA Model Hafshawaty Genggong terjadi sabtu (9/7) kemarin, seluruh peserta didik baru Madrasah Aliyah Model disuguhi kegiatan tahunan madrasah yang menakjubkan, Masa Orientasi santri, dengan nama “OSCAR ‘17” . Mereka tampak bersemangat dengan didampingi oleh Pembina dan panitia yang terdiri dari anggota Organisai Santri Madrasah Aliyah Model (OSMAM).

               Oscar itu kepanjangan dari kata Orientasi,  Cinta dan Almamater. Begitu kata M. Luqman selaku ketua Osmam di Madrasah Aliyah Model. Opening ceremony Oscar ‘17 dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh peserta didik baru MA Model, panitia Oscar’17, Osmam dan Pembina. “Saya mewakili Kepala Madrasah Aliyah Model Ning Hj Hasanatud Daraini, dengan diawali dengan kata Bismillah, Oscar’17 kami nyatakan Di buka!,”  Kata Ustad Fajar diiringi tepuk tangan peserta opening ceremony Oscar’17.

                Hari pertama pelaksanaan Oscar’17 dihadiri oleh 87 peserta, dengan jumlah santri putra sebanyak 32 orang dan jumlah santri putri sebanyak 55 orang. Jumlah yang lumayan banyak itu membuat keadaan halaman madrasah semakin dipenuhi oleh sorak sorai semangat peserta didik baru. Apel pagi yang dilaksanakan oleh panitia Oscar’17 berjalan dengan lancar. Pada pukul 07.45 WIB seusai apel pagi, semangat para peserta dan panitia Oscar’17 semakin digoncangkan dengan senam pagi “Kewer-kewer” yang dipimpin oleh Kak Farhan selaku Co. acara Oscar’17.

                Jam 09.00 WIB, Kepala Madrasah Aliyah Model Ning. Hj Hasanatud Daraini,S.Pd.I, memasuki ruang Oscar’17 dengan membawa isi materi yang bertemakan “Shoibul Bait”. Keterangan yang disampaikan oleh beliau mengenai keluarga besar Pesantren Zainul Hasan Genggong membuat seluruh peserta Oscar’17 mengangguk paham. Materi tiap materi menyongsong sampai pukul 12.00 WIB. Setelah itu pelaksanaan jamaah sholat dhuhur dilaksanakan di Masjid Birrul Walidain belakang gedung MA Model. Pembacaan ayat-ayat pendek dan asmaul husna menjadi materi berikutnya dan lanjutkan dengan sholat dhuhur berjemaah.

    Hari berikutnya, Senin (10/7) kegiatan MOS di lanjutkan dengan mengaji dan tasjiullughoh. Apel pagi hari ini di komandoi oleh Ustad Rizky sebagai Pembina apel, dengan Allughotul A’rabiyah nya, ustad muda ini meyampaikan pesan apel dengan penuh senyum, sebagai ciri khasnya. Setelah apel selesai, peserta di arahkan oleh panitia untuk kembali ke kelas. Materi MA Model Berkualitas, menjadi kegiatan berikutnya. Materi itu akan di sampaikan oleh Ustad Drs .Abdul Aziz Wahab, M.Ag. Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong. Dalam materinya beliau mengajak untuk meningkatkan minat belajarnya, karena dengan belajar maka tingkah lakupun akan menjadi mapan. “karena dengan ilmu, ahlak kita pun akan semakin baik juga” ujar beliau.

    Selanjutnya Rektor Inzah Kraksaan ini juga berharap, MA Model meningkatkan kualitas proses pendidikannya, sehingga perilaku santri MA Model bisa di harapkan menjadi tauladan bagi lingkungannya. “MA Model itu berkualitas! Berkualitas ilmunya dan berkualitas akhlaqnya” sambung beliau. Prestasi madrasah juga tidak luput dari ulasan Bapak yang juga ketua DPP Ikatan Alumni dan Santri ainul Hasan Genggong (Tanaszaha) ini, menurutnya, prestasi yang telah di raih Santri MA Model bukan hanya tingkat lokal, tapi juga Internasional, “Keunggulan MA Model dari tingkat Kabupaten sampai Internasional”. Yang membuat peserta Oscar’17 sumringah atas pernyataan tersebut.

                Kegiatan ini berlangsung empat hari, sejak di buka hari sabtu, kegiatan yang juga di harapkan menjadi pengetahuan dasar tentang sekolah berbasis pesantren ini di tutup pada hari selasa (12/7), selain menghadirkan materi-materi pedidikan, out bond atau play ground game dan hiburan lainnya, kegiatan ini juga mendatangkan alumni MA Model Hashawaty Genggong yang sudah lulus dan kuliah di kampus luar kota. Seperti Juned AL Hotir, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, Siti Nur Kamila Irawati, UIN Sunan Ampel Surabaya dan Fathur Roziqin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Tyas,Qin)

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks